Lactose Intolerant Saat Hamil ? Ini Solusinya !

Category : Ibu Hamil

Lactose Intolerant Saat Hamil ? Ini Solusinya ! Menurut Wikipedia, Intoleransi Laktosa atau dikenal dengan Lactose Intolerance yaitu kondisi dimana Laktase, suatu enzim yang diperuntukan untuk mencerna Laktosa, tidak diproduksi dalam masa dewasa. Untuk menguji batas toleransi laktosa dapat dilakukan tes pernapasan hidrogen (hydrogen breath test) atau tes keasaman kotoran (stool acidity test) agar didapatkan diagnosis klinis.

Ciri dari toleransi laktosa yang muncul akibat dari konsumsi laktosa yang terlalu banyak adalah produksi gas yang berlebihan (kentut terus) atau juga bisa menyebabkan diare. Orang yang memiliki kelainan batas toleransi laktosa dapat meminum sekitar 250 ml susu setiap hari tanpa gejala yang parah. Kebanyakan orang dewasa di dunia adalah penderita batas toleransi laktosa. Sebuah perubahan genetis membuat banyak orang Eropa tetap memproduksi laktase dalam usia dewasa, namun mereka adalah minoritas.

Jika kita perhatikan secara seksama, susu adalah zat yang baik untuk diminum untuk ibu hamil. Beberapa kandungan didalam susu antara lain terdapat kalsium untuk perkembangan janin. Nah bagi ibu hamil yang mengalami lactose intolerant yaitu kondisi tubuh tidak dapat mencerna karena mengalami gangguan produksi laktase padahal laktase tersebut banyak diperoleh pada susu atau keju dan juga olahan susu yang akan menyebabkan penderita lactose intolerance terganggu.

Gangguan-gangguan yang dialami oleh ibu hamil pada saat menderita lactose intolerance adalah mual, begah, kram perut bahkan bisa terjadi diare. Perlu diketahui bahwa ketika minum susu atau mengkonsumsi makanan yang mengandung laktosa, gejala timbul selang dari 30 menit sampai 2 jam setelah mengkonsumsi.

Kalsium yang terkandung dalam susu sangat bagus bagi kesehatan ibu hamil, apalagi sekarang banyak merk susu khusus untuk ibu hami yang secara langsung menyehatkan pada saat proses kehamilan. Nah bagaimana jika ibu hamil mengalami yang disebut dengan gangguan terhadap konsumsi susu (Lactose Intolerant).

Pertumbuhan janin dalam kandungan memerlukan kalsium tinggi yaitu pada susu, jika janin kekurangan kalsium akan menyebabkan perkembangan dan kesehatan janin terganggu. Maka dari itu, ibu hamil disarankan untuk minum susu 3 kali dalam sehari. Tidak hanya kalsium yang terdapat pada susu, protein yang tinggi juga ada dalam susu untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Protein juga bermanfaat untuk menguatkan rahim dan juga dapat memperlancar sirkulasi darah yang nantinya juga berfungsi untuk memperlancar produksi ASI.

Selain Kalsium dan Protein , susu juga mengandung Vitamin D yang berguna untuk menjaga tubuh ibu hamil dari rakhitis dan juga menjaga terhindar dari berat bayi yang rendah. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa mengkonsumsi susu pada ibu hamil dapat mengurangi gangguan mual dan muntah. bagaimana dengan ibu hamil yang mengalami intolerasi laktosa ? Berikut ini adalah tipsnya :

1. Mengganti Susu Biasa Menjadi Susu Kedelai
Susu kedelai merupakan solusi pertama untuk ibu hamil yang mengalami gangguan intoleransi laktosa. Susu kedelai dibuat dari biji kedelai murni dicampur dengan air. Jangan salah, kandungan susu kedelai juga tidak kalah dengan susu sapi, protein pada susu kedelai lebih tinggi yaitu seperti Vitamin A, Vitamin D, B12 dan riboflavin yang sangat bagus bagi ibu hamil. Jika ibu hamil memiliki bobot tubuh melebihi ideal, susu kedelai membantu mengatasinya karena rendah lemak dibanding dengan susu sapi.

2. Memilih Susu Bebas Laktosa
Sekarang ini, susu bebas laktosa sangat banyak kita dapatkan seperti di toko atau supermarket. Jangan khawatir jika susu bebas laktosa tidak bagus seperti susu sapi biasa, susu bebas laktosa juga mengandung kalsium yang bermanfaat untuk ibu hamil dan janin. Anda dapat mengkonsumsi susu bebas laktosa tanpa mengalami gangguan diare atau sebah.

3. Enzim Laktase
Laktose intolerance ini juga disebabkan oleh enzim laktase. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kandungan enzim laktose. Kekurangan enzim laktase inilah yang menyebabkan terjadinya laktose intolerance pada ibu hamil. Dokter akan memeriksa kebutuhan tubuh ibu hamil untuk menyarankan apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil, seperti membeli enzim laktase dalam bentuk tablet atau kapsul atau dengan resep lainnya.

Nah itulah tadi solusi bagi ibu hamil yang mengalami gangguan lactose intolerance yang menyebabkan mual, muntah, sebah dan bahkan bisa menyebabkan diare. Semoga bermanfaat dan membuat kehamilan Anda semakin sehat, ya.

Avatar for admin

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan