11 Faktor Penyebab Mual Saat kondisi Hamil

Faktor Penyebab Mual Saat Hamil

tipsbumil.com – Di masa-masa awal kehamilannya, sebagian besar wanita mengalami mual dan muntah. Namun, kondisi yang dikenal dengan nama morning sickness ini keparahannya bisa berbeda pada tiap orang. Lantas, apa yang membuat rasa mual ini muncul? Berikut ulasan mengenai penyebab mual saat hamil (morning sickness).

Penyebab mual saat hamil

Morning sickness alias mual saat hamil adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada ibu hamil. Umumnya, kondisi ini dimulai di minggu ke-6 kehamilan dan berakhir di minggu ke-12 kehamilan. Namun, dalam banyak kasus seorang wanita mengalami rasa mual ini sepanjang kehamilannya.

Para ahli menyatakan bahwa ada berbagai faktor yang menjadi penyebab munculnya morning sickness alias rasa mual saat hamil, yaitu:

Kadar hormon estrogen

Meningkatnya kadar estrogen di dalam tubuh hingga 100 kali lebih tinggi saat hamil dipercaya berkontribusi pada rasa mual.

Namun, sejauh ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan perbedaan kadar estrogen antara wanita hamil dengan atau tanpa morning sickness.

Kadar hormon progesteron

Tak hanya estrogen, kadar progesteron saat hamil juga akan meningkat. Tingginya kadar progesteron membantu mengencangkan otot-otot rahim untuk mencegah kelahiran prematur. Selain itu, progesteron juga mendorong pertumbuhan kelenjar penghasil susu di payudara selama kehamilan.

Tingginya kadar progesteron ini diduga memicu berbagai gejala sindrom pramenstruasi, seperti mual, nyeri payudara, kembung, dan perubahan mood. Nah, hal ini juga diduga menjadi penyebab mual saat hamil.

Masalah pada lambung

Saat produksi progesteron meningkat, kondisi ini bisa memberikan dampak yang kurang baik pada esofagus bagian bawah.

Bagian ini berhubungan dengan katup ke lambung yang juga akan terkena imbasnya. Ketika kedua bagian ini mengalami sedikit masalah, hal ini bisa memicu rasa mual.

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah juga diduga bisa menjadi penyebab mual saat hamil. Hal itu terjadi ketika tidak ada cukup glukosa atau gula dalam darah.

Akibatnya, akan muncul berbagai gejala seperti mual, berkeringat, pusing, wajah pucat, dan denyut jantung semakin cepat. Hal ini kerap terjadi pada ibu hamil karena plasenta menguras energi dari tubuh ibu karena makanan yang masuk juga dibagi dua dengan janin.

Sensitivitas tubuh yang meningkat

Selama kehamilan, biasanya wanita cenderung memiliki bagian otak yang lebih sensitif dibandingkan dengan saat tidak sedang hamil. Artinya, otak cenderung merespons hormon dan pemicu mual lainnya dengan cepat.

Hal itulah yang diduga kuat merangsang mual secara berlebihan. Jika Anda memiliki perut yang lebih sensitif, Anda cenderung mengalami mual dan muntah yang lebih parah saat hamil.

Selain perut, indra penciuman juga biasanya cenderung jauh lebih sensitif dari biasanya. Akibatnya, banyak ibu hamil yang bahkan hanya mencium bau tubuh suaminya saja akan merasa mual.

Hormon human chorionic gonadotropin (hCG)

Hormon ini diproduksi pertama kali saat embrio mulai berkembang di rahim setelah pembuahan. hCG terbentuk dari sel-sel yang membentuk bagian plasenta. Beberapa ahli menduga bahwa hormon ini juga bisa memicu morning sickness pada ibu hamil.

Kadar hCG sebenarnya menjadi tolak ukur bahwa kehamilan berkembang dengan baik. Biasanya hormon ini berada di puncaknya saat usia kehamilan menginjak 9 minggu.

Lalu, seiring berjalannya waktu kadar ini mulai turun ketika plasenta mulai meningkatkan kadar hormon lainnya seperti estrogen dan progesteron. Oleh sebab itu, di minggu ke-12 hingga minggu ke-16 kehamilan rasa mual biasanya mulai menurun.

Pada ibu dengan kehamilan kembar, kadar hormon hCG tentu lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Oleh karena itu, rasa mual yang ditimbulkan juga cenderung lebih parah.

Kekurangan vitamin B6

Dilansir dari laman Pregnancy birth and baby, kekurangan vitamin B6 di dalam tubuh diduga bisa memicu rasa mual. Pasalnya, vitamin B6 memiliki berbagai peran penting dalam tubuh mulai dari mengobati anemia, mencegah risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi hingga mengurangi morning sickness.

Stres

Stres bisa memicu ganggguan pencernaan. Akibatnya, tidak heran jika mual cenderung memburuk saat stres menyerang. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak terlalu stres saat hamil agar rasa mual berkurang dan kondisi jiwa pun tetap sehat.

Kelelahan

Kelelahan fisik dan mental ternyata juga bisa menjadi penyebab mual saat hamil. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuh tetap sehat dan mual pun perlahan berkurang.

Kehamilan pertama

Mual dan muntah biasanya cenderung lebih parah terjadi di kehamilan pertama. Hal ini bisa jadi disebabkan akibat kesiapan tubuh yang masih kurang.

Secara fisik, tubuh belum siap untuk serangan hormon yang meningkat cukup drastis dan perubahan lainnya. Selain itu, secara mental Anda juga cenderung diliputi berbagai kecemasan yang akhirnya bisa berefek pada gangguan pencernaan.

Faktor genetik

Jika Anda memiliki keluarga yang juga mengalami mual parah saat hamil, tandanya Anda juga berisiko. Pasalnya, fakor keturunan ini diduga kuat memiliki peran dalam hal ini.

Demikian artikel singkat mengenei Faktor Penyebab Mual Saat Hamil semoga bermanfaat untuk ayah dan bunda semua.

Sumber : halosehat.com